Tampilkan postingan dengan label 3.3.Mengupas Situs Batu Tumpuk.. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 3.3.Mengupas Situs Batu Tumpuk.. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Januari 2017

Mengupas Situs Batu Tumpuk

SITUS BATU TUMPUK KARANGKATES


1.    Watu Tumpuk di tengah-tengah Kedung.
Sebelum adanya Bendungan Sutami, Batu Tumpuk itu berada ditengah aliran sungai Brantas. Bila sungai sedang pasang (banjir) Batu diterjang derasnya air, tetapi pada saat sungai surut batu tersebut berubah menjadi tempat pusaran air dan menjadi sebuah Kedung. Kedung tersebut menjadi tempat minumnya Banteng Alasan, sehingga tempat itu disebut Kedung Banteng. Selain sebutan Kedung Banteng, selama itu tidak ada orang yang memperhatikan keberadaan Watu Tumpuk tersebut. Tidak ada yang tahu sejak kapan batu tumpuk berada ditempat itu dalam kondisi seperti itu, hanya Tuhan yang tahu.

2.    Awal ditemukannya Watu Tumpuk.
Batu ini ditemukan secara tak sengaja dan tak terduga oleh pekerja proyek Pembangunan PLTA Sutami. Tahun 1967. Waktu ditemukan terjadi keajaiban dan keanehan, yaitu , sewaktu akan dihancurkan dengan dinamit tetapi bom tidak meledak. Sewaktu berusaha dipindah dengan Dozer juga tidak berhasil karena dozer tidak mampu menggeser maupun mengangkat batu itu, sehingga tidak ada karyawan proyek yang berani mengerjakan tugas itu. Cerita ini diperoleh penulis pada tahun 1974 dari penuturan pekerja proyek (Driver alat berat) bernama Sulkan yang kini telah meninggal dunia. Akhirnya pihak pimpinan proyek memutuskan untuk tidak merubah posisi batu dari tempat asalnya.

3.    Lokasi Watu Tumpuk berada di posisi As Bendungan
Para insinyur Jepang yang merancang bendungan itu mengambil keputusan untuk tetap melestarikan keberadaan batu itu ditempatnya semula. Diceritakan bahwa lokasi keberadaan Watu Tumpuk merupakan As bangunan Bendungan Sutami, dengan adanya misteri Watu Tumpuk itu justru rencana bangunan bendungan yang letaknya berada di lokasi batu itu yang terpaksa digeser. Akhirnya batu tetap dibiarkan ditempatnya dan lokasi bendungan digeser sedikit kearah timur dari lokasi itu.

4.    Watu Tumpuk dijadikan Monumen.
Pada akhirnya pihak pimpinan proyek memutuskan untuk tidak merubah posisi Watu Tumpuk dari tempat aslinya dan menjadikan “Watu Tumpuk” sebagai Monumen bahkan ada yang menyebut Watu Tumpuk sebagai Mustikanya Bendungan Sutami.

5.    Watu Tumpuk disadari sebagai wujud ramalan
Beberapa lama kemudian disadari bahwa batu tersebut seperti melambangkan bentuk bangunan Bendungan Sutami yaitu tumpukan batu yang tertata rapi. Batu Tumpuk tersebut ada jauh sebelum pembangunan Bendungan Sutami. Keberadaan batu ini dapat disebut sebagai ramalan nyata dari kakek moyang kita bahwa kelak ditempat ini akan ada bangunan luar biasa berwujud batu bertumpuk, dan ternyata hal itu memang terbukti bahwa bangunan bendungan Sutami berwujud batu yang ditata rapi bertumpuk-tumpuk.
6.    Dugaan asal usul Watu Tumpuk
Jika menitik adanya ramalan-ramalan, yang paling terkenal adalah jaman Prabu Jayabaya raja Kediri yang memerintah tahun 1135-1157 M Diantara ramalannya yang terkenal adalah :
·         Pulau Jawa bersabuk besi, fakta dikemudian hari : dibangunnya rel Kereta Api di P. Jawa.
·         Tanah Jawa bakal diduduki Jago Kate lamanya seumur Jagung, fakta dikemudian hari : masa penjajahan Jepang selama 3,5 tahun.
·         Polahe wong golek pangan koyo gabah den interi (Tingkahnya orang mencari makan seperti gabah diputar di Tampah), faktanya dapat anda rasakan sendiri.
·         Dan lain-lain.
Dengan demikian ada dugaan kuat bahwa keberadaan batu tumpuk itu sejak jaman Prabu Jayabaya berkuasa.